Definisi LA

Apakah Liberal Arts?

Arts bukan berarti seni, tapi ilmu. Ilmu sebagai pengetahuan dasar di bidang alam, sosial, dan humaniora, yang mencakup sejarah, agama, filsafat, dan seni. Liberal Arts yang didefinisikan oleh Association of American Colleges and Universities sebagai metode pembelajaran yang mengembangkan mahasiswa sebagai pribadi individu, dibekali dengan pengetahuan yang luas (multi dan antar/lintas disiplin) maupun pengetahuan yang mendalam, serta kemampuan untuk menerapkan pengetahuan tersebut di dunia nyata yang kompleks, beragam, dan penuh perubahan.

Secara sederhana, liberal arts adalah metode pembelajaran untuk pengembangan diri individu, melalui pengetahuan mendasar namun komprehensif (multi dan interdisiplin) dan pengetahuan mendalam di satu bidang, sehingga lulusannya mampu secara adaptif menghadapi perubahan jaman yang cenderung menjadi lebih cepat (teknologi dan pasar).

Kurikulum dengan pembelajaran Liberal Arts sangat berbeda jauh dari kurikulum perguruan tinggi terapan: profesi, vokasi dan teknisi. Liberal Arts mengharuskan mahasiswanya untuk mengambil lebih banyak mata pelajaran di luar mata kuliah pokok. Sehingga selain mahasiswa memiliki satu bidang fokus pengetahuan, namun ia juga memiliki pengetahuan dan kemampuan di bidang lainnya yang banyak, bahkan memiliki multi-degree.

Sehingga siap menghadapi pasar global yang selalu berubah yang menyebabkan terbukanya pasar tenaga kerja dengan kesempatan bekerja yang baru yang lebih banyak dan bervariasi. Tapi di satu sisi akibat pasar yang berubah beberapa kesempatan bekerja justru menjadi sedikit dan bahkan hilang. Maka ia sebagai lulusan Liberal Arts mampu beradaptasi dengan keadaan tersebut dengan mengambil kesempatan kerja yang lain yang ia juga punya pengetahuan dan kemampuan di bidang itu, yang ia dapatkan saat mengikuti pembelajaran Liberal Arts (siap berganti haluan/ berganti profesi).

Dengan bekal demikian lulusannya lebih mampu berpikir, menyesuaikan diri dengan lingkungan dan bahkan mampu mengubah lingkungannya. Jangan heran jika ada sejarawan menduduki puncak pimpinan bank.

Pendidikan liberal arts memberi bekal dasar ilmu pengetahuan yang memungkinkan lulusannya berpikir bebas, kreatif, dan bertanggung jawab secara ilmiah. Mereka akan dimampukan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan. Bahkan, mereka akan dapat menambah pengetahuan di bidang yang mungkin sekali dianggap tidak berhubungan, seperti ilmu pasti dan alam yang dipelajari bersamaan dengan kesenian atau olahraga.

Pengertian liberal arts berasal dari zaman antik klasik yang diterapkan oleh Socrates. Liberal arts dipelajari oleh warga bebas dalam arti bukan budak. Waktu itu pendidikan liberal arts terdiri dari gramatika, retorika, dan logika. Pada periode Abad Pertengahan, ketiga kemampuan yang dinamakan trivium itu dirasa memerlukan imbangan quadrivium yang meliputi matematika, geometri, musik, dan astronomi (termasuk astrologi). Ketujuh bidang ini masuk kurikulum Perguruan Tinggi Abad Pertengahan.